Posts

RUBI PPI Sabu Raijua - Behind The Scene

Image
Rasanya tulisan tentang pengalaman RUBI ini ngga akan lengkap tanpa behind the scene , cuuuus! Udara panas bikin mager, Rifa (kanan) aja sampe tertidur. Tata (kiri) dengan pasrahnya dijadikan bantal oleh Rifa. Nadia in action, beginilah penampakan fotografer sedang memotret para relawan dan guru Para dokumentator minus Nugie, kami juga pengin punya poto bareng kaliii~ Para relawan, panitia lokal, dan Pengajar Muda Sabu Raijua Cuma bermodalkan tripod, akhirnya bisa dapet foto kayak gini. SENANG!

RUBI PPI Sabu Raijua: Kembali ke Kegiatan Relawan (Bagian Kedua)

Image
Yuk ah lanjut lagi cerita tentang Ruang Berbagi Ilmu di Pulau Sabu! Sebenernya, apa sih Ruang Berbagi Ilmu itu? Kenapa diadakannya di tempat antah berantah seperti Pulau Sabu? Jadi gini... Pendidikan di daerah terpencil di Indonesia seperti di pulau Sabu termasuk yang membutuhkan perkembangan dan kemajuan dalam sistem mengajarnya, nah Ruang Berbagi Ilmu mengajak para individu dengan pengetahuan yang lebih dalam metode mengajar, untuk berbagi ilmu kepada guru-guru di sekolah yang ada di pulau Sabu ini. Total partisipan adalah sekitar 200 orang guru dari penjuru pulau Sabu dan pulau Raijua. Untuk selebihnya bisa kalian lihat di sini . Jam setengah 4 subuh, kami para relawan dijemput oleh panitia lokal dengan bus sederhana yang sedikit usang, dari penginapan menuju ke sekolah. Tak sempat mandi, hanya membawa barang dan perlengkapan yang sudah disiapkan di malam sebelumnya, kami siap menyambut hari pertama pelaksanaan RUBI.  Absen dulu yuk, bu guru! Hweeeeits, jangan salah! Sebelum par...

RUBI PPI Sabu Raijua: Kembali ke Kegiatan Relawan (Bagian Pertama)

Image
Setelah libur kuliah yang cukup membuat males gerak, akhirnya aku punya kegiatan yang cukup bikin sibuk menjelang masuk kuliah; ngitung duit orang, packing, dan pergi ke Pulau Sabu di NTT untuk kegiatan relawan lagi. Kalau ada yang bertanya kenapa aku suka banget ikut kegiatan relawan di luar kota, jawabannya bukan karena waktuku (ngga lagi) banyak, begitu juga dengan duit di tabungan, tapi ikut kegiatan relawan itu bikin ketagihan. Ketemu banyak orang baru, menambah pengalaman baru juga di kota orang, dan juga menambah stok foto *lah*.  Kilas balik sedikit, beberapa minggu sebelum berangkat, aku membantu panitia mengumpulkan uang untuk biaya transportasi yang nantinya akan ditransfer ke panitia lokal karena dari Kupang ke Pulau Sabu ada dua pilihan transportasi, yaitu naik pesawat Susi Air dan naik kapal cepat. Aku memilih untuk naik kapal cepat untuk berangkat ke Pulau Sabu bersama lima orang lainnya, lalu baliknya naik pesawat dan itu pertama kalinya aku naik pesawat Susi Air. B...

2018: Akan 30, Sabu Raijua, Insyaallah Raja Ampat dan Russia untuk Piala Dunia 2018

Image
Tahun lalu adalah tahun di mana aku mengalami sediiiikit pendewasaan dalam hidup, kata adikku sih gitu, aku mah ngerasa biasa aja karena masih bego soal percintaan. Setelah menguras keringat dan air mata untuk UAS (iya, UAS. Aku jadi mahasiswa lagi. AHEY!), akhirnya libur juga sampe awal bulan Februari. Gila, semester awal aja udah gitu gimana tahapan menuju sidang tesis? Yang penting masih tetep waras sampe lulus. Bukan Nuri namanya kalo ngga ngebolang dalam rangka kegiatan relawan padahal udah bukan pengangguran lagi dan bakal memanfaatkan absen kuliah sebaik mungkin. Bulan Februari nanti aku bakal ke sebuah tempat bernama Sabu Raijua. Pernah denger? Sama, aku pun baru denger. Tau Sabu Raijua itu di mana juga setelah liat peta. Aku bakal ngapain di Sabu Raijua? Nah, aku ke sana dalam rangka kegiatan relawan bernama Ruang Berbagi Ilmu atau RUBI. Di dalam kegiatan relawan RUBI ini aku selalu mengambil lokasi yang jauh dari pulau Jawa karena ingin mengenal Indonesia lebih ke pelosok *ea...

Ketika Menjadi Relawan (Fotografer) Tidaklah Mudah

Image
Setelah lulus kuliah di tahun 2013, menunda revisi selama setahun (jangan ditiru), lalu diwisuda tahun 2014, aku memutuskan untuk tidak mengambil kerja kantoran dulu dan memilih untuk berkeliling dunia dari tabungan yang seharusnya aku pakai buat nikah (baca: batal manten). Kalau kalian baca tulisan-tulisanku sebelumnya, setelah lulus aku pergi ke (yang awalnya) ke empat negara dan empat kota, menjadi enam kota dan enam negara, satu di antaranya hanya perjalanan selama satu hari (one day trip), yaitu ke Brussels, yang satu lagi adalah trip impulsif bersama sahabat ke Praha, kami menghabiskan waktu selama lima malam di sana. Dan trip selama dua bulan itu kuberi nama #BIJITrip.   Setelah #BIJITrip berakhir di awal bulan Desember 2014, aku mengambil kegiatan relawan di Nepal bersama IVHQ pada bulan April 2015 bersama 19 relawan lain dari berbagai negara. Setelah dari situ aku memutuskan untuk mengikuti kegiatan relawan di Indonesia yang sekiranya cocok buatku, karena tabunganku terkur...

One of Lifetime Achievements Unlocked: U2 Live in Concert, 2017.

Image
  Di saat kebanyakan orang pengin nonton konser Coldplay, aku malah pengin banget nonton konser U2. Iya aku tau itu band tua, personelnya opa-opa semua tapi aku suka lagu-lagunya. Untuk urusan trip konser, aku selalu mengandalkan @KartuPos. Di bulan Januari, @KartuPos mengeluarkan paket trip konser U2 The Joshua Tree Tour di Twickenham Stadium, London. Karena itu konser U2, dan di kota London pula, aku langsung hubungi @KartuPos aka Kenny Santana. Paket trip yang biasa disebut #KartuPosTrip yang dibuat oleh Kenny bisa dibilang relatif terjangkau dan lokasi akomodasi yang dipilihnya pun termasuk bagus. Awalnya aku berniat menjadikan trip konser ini sebagai trip terakhir sebelum aku memulai kuliah master di bulan Agustus nanti, tapi ternyata Ed Sheeran bakal konser di Singapore dan aku langsung beli paket #KartuPosTrip meskipun nyicil. Emang ya, kalo udah biasa nonton konser sampe luar negeri, apalagi ngga jauh dari Indonesia dan kita suka banget sama musisinya, bakal dijabanin meski...

Nepal: "Nuri, Kami Minta Besok Kamu..."

Image
Di IVHQ ini, para relawan boleh memilih berapa lama program yang akan mereka jalani. Natalie (yang berbaju abu-abu) hanya dua minggu di program Childcare, dan kami mengadakan makan malam sebagai acara perpisahannya. Beruntung aku bawa tripod, jadi ada foto kami semua, lengkap dengan anak tunggal Amma dan Baba. Meskipun hanya dua minggu, berkenalan dan berteman dengan Natalie sangatlah menyenangkan. Dia bekerja sebagai akuntan sebuah perusahaan. Ketika para relawan di Pokhara makan malam bersama setelah gempa *Iya, kami sesantai itu*, dia yang paling sibuk menghitung uang saat bon keluar. Natalie berasal dari Malaysia tapi besar dan bekerja di Canada. Beberapa hari setelah kepulangan Natalie ke negaranya, aku mencoba untuk menghubungi staff Deplu yang berada di Kathmandu untuk melakukan sensus, awalnya enggan karena khawatir. Ternyata benar. "Nuri, kami minta besok kamu ke Kathmandu untuk kembali ke Indonesia bersama WNI lainnya". Aku patah hati karena aku sudah terlanjur beta...